Artikel : Solusi Agar Materi Pelajaran Fisika Disukai Siswa

“Solusi Agar Materi Pelajaran Fisika Disukai Siswa”

(Artikel ditulis oleh : Junaedi, S.Pd, Guru IPA SMPN 4 Bantarbolang)

Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan, bukan suatu hasil tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, tetapi lebih luas daripada itu yaitu mengalami. Pengertian tersebut penulis kutip dari tulisan hamalik (2014: 36). Nah dari pengertian tersebut sangat jelas bahwa inti dari belajar yaitu suatu kegiatan dan siswa langsung mengalami. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak kegiatan belajar di sekolah yang berpusat hanya pada teori-teori yang bikin siswa bingung, tidak ada variasi, selalu monoton, apalagi cuma mengerjakan tugas-tugas saja tanpa ada konfirmasi. Memang susah menciptakan kegiatan belajar yang ideal, apalagi sempurna, akan tetapi setidaknya berorientasi agar kegiatan belajar mempunyai kesan yang menyenangkan, tidak menekan tetapi tetapi tetap serius, tidak memaksakan tetapi ikhlas untuk dikerjakan.

Dari uraian di atas, sangat jelas bahwa ujung tombak kegiatan belajar sebetulnya ada pada guru atau pendidik. Meskipun dalam kurikulum disebutkan bahwa belajar berpusat pada siswa, tetapi jangan lupa bahwa skenario pembelajaran ada pada guru. Jika skenarionya baik, maka siswa akan ikut terbawa dan potensi dan interaksi siswa dapat keluar dengan sendirinya. Jika skenarionya lancar pasti siswa akan merasa lebih betah di kelas dan termotivasi, bahkan tidak ingin beranjak keluar kelas dan terasa ingin terus dan terus menikmati kegiatan belajar.

Pelajaran yang sesulit atau susah seperti fisika pun tidak akan jadi masalah jika guru mampu membuat skenario pembelajaran yang baik juga menyenangkan. Nah jelas kan bahwa solusi agar siswa merasa betah, merasa suka dan termotivasi untuk belajar fisika itu kunci utamanya ada pada guru. Sedangkan faktor lain seperti buku dan sarana hanyalah penunjang. Guru ibarat sutradara atau dalang yang membawa cerita atau lakon pembelajaran di kelas.

Nah.. berkaitan dengan skenario pembelajaran yang bagaimana harus diterapkan pada saat kegiatan belajar fisika di kelas, berikut ini pendapat penulis berdasarkan data dan fakta di lapangan (di kelas).

    • Selalu awali kegiatan belajar dengan apersepsi agar fokus dengan apa yang akan dibahas dalam kegiatan belajar. Hal itu juga bertujuan untuk menilai respon awal masuk kelas, karena biasanya begitu ganti jam pelajaran dengan fisika, kesan siswa sudah cuek, tegang, bengong dan sebagainya. Apersepsi dapat dilakukan dengan guru mengajak ngobrol, bertanya, menyisipkan pesan moral daan sebagainya, intinya seperti komunikasi dua arah orang ngobrol. Materi fisika kan tidak jauh dari aktivitas kita sehari, maka penulis rasa tidak kehabisan bahan untuk dijadikan bahan obrolan awal. Misalnya ingin membahas tentang materi usaha pada siswa SMP Kelas 8, guru dapat langsung in action, misal menarik kursi kemudian menanyakan kepada siswa : “pak guru sedang apa”. Nah dari situ tanpa terasa akan diajak ke arah konsep tentang materi yang akan dibahas.
    • Usahakan membahas materi sedetail mungkin. Pengertian detail bukan berarti rumit, tetapi lebih ke arah mengenalkan secara nyata apa yang dibahas. Fisika kan rata-rata yang dipelajari berupa aktivitas kita sehari-hari, maka perlihatkan secara langsung. Kalau tidak bisa atau susah, kita bisa menggunakan alat bantu berupa media pembelajaran seperti laptop dan LCD. Fisika bukan pelajaran yang sekedar bercerita saja, tetapi lebih mengarah ke konsep dan analisa. Dan disitulah rata-rata siswa lemah karena daya analisanya yang kurang dan akhirnya menyimpulkan susah. Mana mungkin siswa menjadi paham kalau membahas materi fisika hanya bercerita saja seperti dalam buku tanpa didemonstrasikan, dipraktekkan dan di alami oleh siswa itu sendiri. Jika konsep dasarnya sudah dipahami oleh siswa, maka untuk menganalisa menjadi lebih mudah.
    • Usahakan membantu menjelaskan secara detail pada saat menganalisa materi fisika yang ada rumus atau formulanya. Nah disinilah… hampir semua siswa mengalami kesusahan karena rata-rata siswa juga siswa tidak suka matematika sebagai dasar dari ilmu hitung dalam fisika. Oleh karena itu, meskipun guru fisika maka perlu juga mengajari secara jelas bagaimana cara menyelesaikan hitungan tersebut dengan tepat, cermat dan cepat. Maka konsep dasar menghitung juga harus dikuasai dengan baik oleh guru fisika. Bila perlu temukan rumus kilat dan praktis. Faktor kesabaran dalam hal ini sangat dibutuhkan. Contoh temuan di lapangan yaitu masih banyak siswa tidak paham konversi satuan, siswa tidak menguasai operasi bilangan, siswa tidak hafal perkalian dan pembagian di bawah seratus.
    • Memperbanyak latihan soal dan di bahas. Hal ini jelas sangat penting dilakukan guru fisika, karena belajar yang baik adalah ya langsung dari soal dan pembahasannya. Tujuan latihan dari latihan soal adalah juga untuk memperlancar ilmu menghitung.
    • Memberikan reward atau penghargaan pada siswa yang aktif dalam belajar, atau siswa yang dapat mengerjakan soal dan tugas dengan baik dan cepat. Reward yang paling sederhana adalah sanjungan kita, dengan mengucapkan kata-kata yang membuat siswa tersanjung dan berbunga-bunga. Misal : Wahh… hebat, canggih… sip deh. Sanjungan juga semakin mempererat silaturahmi siswa dengan guru di kelas.  Sehingga meskipun katanya pelajarannya susah, tetapi kalau gurunya sering membuat senang siswa, bukan tidak mungkin bahwa kehadiran kita juga dinanti mereka. Reward juga bisa berupa memberi sedikit uang jajan. Misal yang bisa mengerjakan paling cepat dan benar di beri 5000 rupiah. Wah itu saja siswa sudah seneng sekali. Tapi cara ini penulis rekomendasikan pada anda yang punya rejeki berlebih, itung-itung sedekah pada siswanya.
    • Selalu menjaga penampilan, sikap dan perkataan selama kegiatan belajar. Hal ini juga termasuk salah satu faktor penunjang agar kegiatan belajar fisika dapat diterima siswa. Penulis menyadari bahwa membuat paham fisika pada siswa itu susah, itu makanya kadang dilapangan sampai ada yang terbawa emosi dengan kata-kata yang keras, bahkan membully siswa dengan kalimat verbal, jika siswanya tidak paham dan tidak dapat jawab dengan baik. Disinilah kesabaran dan ketabahan kita diuji.

Demikianlah sekelumit hal yang dapat dicoba untuk mengajarkan fisika di kelas. Apa yang penulis sampaikan hanya sebatas pendapat saja, dan berdasar pada pengamalan penulis yang juga berkecimpung di kelas mengajarkan fisika. Alhamdulillah.. selama ini penulis rasakan nikmat-nikmat saja, karena siswa mau diajak berinteraksi dalam pelajaran. Oh ya tadi lupa belum disampaikan, penulis sering menghilangkan kata-kata “pelajaran” fisika, tetapi penulis ganti menjadi ngobrol fisika ketika di kelas. Sebab siswa kadang merasa terbebani dengan istilah “pelajaran”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top